Suku Korowai
Suku Korowai
Gambar 1 rRumah suku Korowai.
Tidak hanya dikenal dengan kekayaan akan flora dan faunnyanya, Papua masih memiliki suku-suku asli yang mempunyai kehidupan yang unik dan menarik. Di sebelah selatan Papua terdapat daerah yang diapit oleh dua sungai besar dan gunung-gunung dari sisi utara yakni Suku pedalaman asli Papua yang dikenal dengan sebutan Suku Korowai.
Korowai adalah suku yang keberadaannya baru saja ditemukan sekitar 35 tahun lalu di pedalaman Papua oleh misionaris Belanda Johanes Veldhuizen. Suku ini mendiami wilayah Kaibar, Kabupaten Mappi, Papua. Populasi mereka saat ini mencapai sekitar 3000 orang.
Keunikan dari suku ini yaitu selain tidak menggunakan koteka suku Korowai hidup dan tinggal di atas pohon yang tinggi, rumah yang mereka buat biasanya terletak dibagian dahan dengan ketinggian mencapai 15-50 meter.
Gambar 2 salah seorang suku korowai sedang turun dari rumah pohon.
Suku Korowai membangun rumah di atas pohon bertujuan agar terhindar dari binatang buas dan juga gangguan dari roh jahat, suku ini takut terhadap serangan “laleo” atau iblis yang kejam. Konon katanya laleo merupakan makhluk yang berjalan layaknya seperti mayat hidup dan berkeliaran pada malam hari. Sebutan laleo ditujukan untuk semua orang asing yang tidak termasuk penduduk mereka, bahkan orang-orang Papua lainnya pun bisa disebut dengan julukan laleo. Mereka percaya bahwa, semakin tinggi rumah yang mereka buat maka akan semakin terhindar dari gangguan roh-roh jahat.
Dalam pembuatan rumah pohon ini, suku Korowai tidak sembarangan dalam memilih pohon. Mereka akan memilih pohon-pohon yang besar dan kokoh untuk dijadikan sebagai pondasi rumahnya, kemudian pucuk pohon tersebut digunduli dan dijadikan sebagai hunian rumah mereka.
Gambar 3 salah seorang dari suku korowai sedang berburu.
Orang-orang Korowai menempati Kawasan hutan sekitar 150 kilometer dari Laut Arafura. Mereka merupakan pemburu dan pengumpul yang mempunyai keterampilan dalam bertahan hidup. Sampai sekitar 1975, Korowai hanya mengenal satu sama lain diantara mereka dan hampir tidak mempunyai kontak dengan dunia luar.
Gambar 4 salah seorang dari suku korowai.
Mereka memanfaatkan hutan yang lebat sebagai sendi-sendi kehidupan, sementara hewan seperti babi dan anjing hutan dijadikan sebagai hewan peliharaan suku Korowai. Bagi mereka, babi memiliki nilai sosial dan hanya akan dibunuh pada saat ritual serta acara-acara khusus, sedangkan anjing mereka gunakan sebagai hewan untuk berburu.




Comments
Post a Comment